Greetings!

I'm Fenny and welcome to my site. What will you find in this site? Well, you tell me. The words represent what's on my world. You like it or not, it doesn't matter at all. Have a nice read!!
Tampilkan postingan dengan label time capsule. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label time capsule. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Juli 2012

Hukuman

| | 0 komentar

Aku boleh mencintaimu,
Tapi kau tak boleh mencintaiku
Itu hukumanku

Aku boleh menyerahkan diriku padamu,

Tapi kau tak boleh menyerahkan dirimu padaku
Itu hukumanku

Aku boleh memanjakanmu,
Tapi aku tak boleh bermanja padamu
Itu hukumanku

Aku boleh menjadi tempatmu bersandar,
Tapi aku tak boleh bersandar padamu
Itu hukumanku

Kau boleh lebih dahulu pergi,
Dan aku tak apa sendiri
Itu... janjiku
Read more...

Rabu, 02 Mei 2012

Kau dan Kepalaku

| | 0 komentar

semua hal menjadi buram bahkan seperti matahari yang tenggelam membawa rasa sepi, sendu dan redam semua hal menjadi buram kuputuskan mata terpejam hingga pikiran pun dapat diredam tak seringan butir pasir pun tak seberat batu mulut terus mencibir pun sukma tinggal membeku tak hanya air di daun talas ku ingin darah di atasnya semudah itukah manusia? semudah itukah berubah mengikuti arah?
Read more...

Diriku?

| | 0 komentar

bagaikan berharap untuk bisa membenci, tapi daya pun tak ada. sering disakiti... diri ini tak lagi mengenal rasa suka dan benci. Aku hidup, bumi berputar, semua berkembang. tuntutan untuk terus bergerak atau hanya membusuk di tempat. akhirnya aku tahu mengapa tembok diciptakan.
Read more...

melihat, merasa, dan mendengar cinta membawa...

| | 0 komentar

Aku melihat cinta membawa kedewasaan Aku melihat cinta membawa keputusan Aku melihat cinta membawa keberanian... Mencinta dan dicinta Aku melihat, mendengar dan merasakan Cinta membawa seorang pembohong... Pembohong yang menyadarkanku untuk terus ingin dibohongi Aku melihat cinta membawa warna bagi pepohonan, rerumputan, air danau, bayangan, bunga, dan segala makhluk di sekitarnya. Aku merasakan dan mendengarkan cinta membawa angin nan lembut Meniup daun, membelai rambut Bayang-bayang oleh celah ranting-ranting pepohonan Sinar matahari menembus tanpa ragu Kau berdiri, kau mengamati Apa yang pantas kau tangkap dan kau ceritakan Aku melihat dan merasakan cinta membuat aku menjadi seorang pembohong Pembohong yang bahkan meminta ciuman tanpa malu, tanpa ragu Aku melihat, mendengar, dan merasakan cinta membuat aku merasa cukup Kemudian mati dalam kebahagiaan
Read more...

melihat, merasa, dan mendengar cinta

| | 0 komentar

Aku melihat, merasa, dan mendengarkan cinta menjadikan orang menjadi bahan tertawaan. Itulah yang sangat kubenci dari cinta yang ada pada saat ini. Patutkah aku dan kau mencinta dan dicinta? Aku melihat cinta membuat seorang penyendiri Aku melihat cinta membuat seorang yang pasrah Aku melihat cinta membuat seorang yang egois Aku melihat cinta membuat seorang yang tamak Aku melihat cinta membuat seorang yang iri, dengki, dan cemburu Aku melihat cinta membuat seorang pembunuh, pemerkosa, dan perampok Aku melihat cinta membuat seorang pemikir negatif... AKU.
Read more...

melihat, merasakan, dan mendengarkan sahabatku

| | 0 komentar

Sahabatku menangis karena cinta. Orang menertawainya karena cintanya. Kau membuatku kesal karena kau menjadi badut bagi mereka. Kau membuat dirimu menderita dan secara bersamaan menjadi badut bagi mereka. Entah hanya sebuah candaan ataukah memang sebuah sindiran. Aku tahu tak penting bagimu kata orang lain. Kau hanya ingin kekasihmu tahu apa yang sedang kau lihat, rasakan, dan dengarkan saat ini. Hanya dia... tak untuk orang lain. Tak ada jaminan dia melihat, merasakan, dan mendengarkan pesan yang ingin kau sampaikan. Kau terus berjalan, terus berteriak, terus menderita, dan terus tenggelam dalam kesedihanmu.
Read more...

Melihat dan Merasa

| | 0 komentar

Aku melihat cinta membawa pergi sahabatku. Aku melihat cinta mengubah sahabatku. Aku melihat cinta memberikan efek jahat pada sahabatku. Aku melihat cinta memberikan efek baik pada sahabatku. Aku merasakan cinta untuk sahabatku Tak untukku. Aku melihat cinta membuat orang menangis Aku melihat cinta membuat orang tertawa Aku melihat cinta membuat orang gila Aku melihat cinta membuat orang menderita Aku merasakan cinta membuat orang... Tak untukku.
Read more...

Rabu, 07 Maret 2012

March 1st, 2012

| | 0 komentar


Lama tak menulis lagi. Lebih tepatnya menulis di blog. Tulisan yang bisa ku shared sebenarnya banyak, tapi sangat malas untuk mem-posting-nya. 

Siang tadi, aku bolos dari mata kuliah terakhir karena perasaan yang tidak enak. Penyakit itu mulai datang lagi. Tak suka dengan orang yang kukenal, melihat mereka, menyentuh, dan berbicara kepada mereka membuatku kesal. Kuputuskan untuk pulang. Aku tertidur dari tengah hari hingga matahari tenggelam. Aku sempat terbangun dan menyadari diriku menangis. Aku bermimpi.

Kutemukan diriku merindukan ayah yang telah pergi. Dia sudah tidak ada sekeras apapun aku menangis. Ibu hanya melihatku. Aku menangis dan menangis. Tangisan yang menyakitkan hati, menyesakkan dada. Lalu terlintas wajah ayah di benakku, bagaimana suaranya, bagaimana mimik mukanya pada saat tersenyum, dan semuanya hilang sudah. Tinggal aku yang sendirian menangis. 

Aku bangun. Tiga tetes air mata di pipiku. Dua mengalir dan satunya menitik ketika aku menegakkan badan. Sungguh lega rasanya karena itu belum terjadi. Semoga pada saatnya nanti, aku sudah menjadi seorang wanita yang kuat dan tidak menyesali sesuatu apapun yang berkaitan dengan ayahku. Sekarang aku akan meneleponnya, kutinggalkan tulisan ini dan kau untuk sementara. Terima kasih dan sampai jumpa.

Read more...

GILA!

| | 0 komentar

Kenapa kami tidak bisa bersama? Kenapa kami tidak bisa saling mencintai? Kenapa kami tidak bisa bersatu? Kenapa... kenapa harus kami?

Apakah ada yang salah? Agama, pendidikan, latar belakang keluarga, pekerjaan... semua sudah sesuai kriteria. Lalu apa yang salah? Mengapa kami tidak bisa bersama?

Pertanyaan itu selalu muncul di otakku. Kau bilang, “Ibu tak setuju karena warna kulit kita berbeda. Kita memang tinggal di negeri yang sama, tapi negeri asalku bukan di sini. Negeri asalku adalah negeri yang menjunjung tinggi keturunan asli. Aku benar-benar mencintaimu, tapi kita tidak bisa bersama. Bagaimanapun juga dia adalah ibuku. Ibu yang melahirkan dan merawatku selama ini, tapi percayalah bahwa aku benar-benar mencintaimu.”

Saat itu juga kau katakan kepadaku bahwa aku harus menjauhimu. Semuanya demi hati kita, katamu. Tak ada manusia yang ingin sakit hati. Tapi mendengar kata menjauhi saja, hatiku sudah mulai sakit, sayangku. Lalu apalah yang akan terjadi jikalau aku melakukannya nanti? Ah, hatiku mungkin akan hancur berkeping-keping. Takkah kau mengerti, sayangku?

Kata seorang temanku ketika kuceritakan keadaan kita berdua, “Menghindar atau menjauh adalah sebuah mekanisme pencegahan rasa sakit.” Kenapa dia berpihak padamu? Aku hanya tak ingin menyerah terhadap apa yang telah aku putuskan... mencintaimu!

Terlalu berisik. Aku berusaha untuk tidur agar kepalaku menutup mulutnya sedikit. Di dalam kereta ini, kereta yang membawaku pergi jauh darimu bersama cincin yang sudah menjadi kalung, pasangan cincinmu! Ah, kuharap kau tak membuangnya. Aku lelah, sayang. Kusampaikan kecupanku melalui setiap partikel udara yang ada di bumi ini, melalui setiap debu yang ada di bumi ini. Semoga ketika kereta ini tiba di tujuannya, aku pun bisa sedikit melupakan dirimu yang bahkan bukan lagi hanya sebuah siluet, tapi syaraf otak yang terus beregenerasi, melingkupi, menyampaikan impuls-impuls ke seluruh tubuhku dan aku... hidup! 

Stasiun kota blitar, 17:37, Gerbong 1 (12D-12E)
Read more...

Kau dan Aku Berusaha

| | 0 komentar


Kau berusaha membuang, aku berusaha menyimpan.

Kau berusaha mengembalikan,  aku berusaha menolak.

Kau berusaha melupakan, aku berusaha selalu mengingatkan.

Kau berusaha tidak membalas, aku berusaha membuat alasan.

Kau berusaha bertahan, aku berusaha menggoyahkan.

Kau terus berusaha tidak mencinta, aku terus berusaha membuatmu mencinta.

Semua usahaku teruntukmu saja. 

Ya... semua usahaku agar kau tak pergi.

Ya... semua usahaku agar kau tak lari.

Usahaku adalah cincin itu.
Read more...

The Scar

| | 0 komentar

“No one has the power to hurt you like you’re kind... No one has the power to hurt you like you’re friend” – Get it together by India Arie

Family and friend... keluarga dan teman (sahabat). Sama atau tidak pemahamanku dengan si penyanyi, menurutku kedua kelompok ini memang memberikan efek yang besar ketika menyakiti dibandingkan dengan orang lain yang bisa dikatakan “figuran” dalam kehidupan pribadi. Semakin dekat mereka dengan hatimu, segala yang tajam pada diri mereka akan dengan sangat mudah menorehkan luka. Tak lain dan tak bukan karena hati itu rapuh. Salah satu naluri yang diberikan Tuhan kepada manusia adalah naluri untuk menyelamatkan diri. Untuk selamat dari sebuah luka, manusia akan mencari obat apapun itu dan dengan cara apapun itu. Semua bergantung kepada individunya. Without scar, our heart would never be tough.
Read more...

Minggu, 04 Maret 2012

The True Feelings

| | 0 komentar

Anggap saja kau membaca ini di bulan Desember 2011.

Seminggu yang lalu mungkin, daya ingatku memang tidak terlalu bagus, aku terkena salmonella typhoid  +5. Hari jumat kemarin, kuputuskan apa arti +5 itu kepada dokter, “+5 itu adalah titel dari typhus yang kau idap sekarang. Ada ukuran di dalam penyakit tersebut dari 1 sampai 5. Dan 5 adalah yang terparah. Itu menyatakan bahwa di tubuhmu sudah terlalu banyak salmonellanya.” 

Secara logika itu memang masuk akal karena saat aku dibawa ke rumah sakit semua badanku kaku dan sakit. Temanku bilang, kaki dan tanganku membeku dan membiru. Saat itu aku hanya merasakan seluruh badanku keram, bahkan hingga ke wajahku. Untungnya kuputuskan untuk membuka pintu saat itu untuk menunggu seorang temanku membawa makanan dan obat untuk kuminum. Jika tidak kulakukan, apa yang akan terjadi ya kira-kira? Akankah aku akhirnya mengetahui bahwa surga atau neraka itu benar-benar ada? Dan apakah aku pada akhirnya akan tahu bahwa apakah Tuhan itu memang ada atau tidak? Apakah yang selama ini ingin kulakukan pada akhirnya terwujud juga?

Sekarang aku baik-baik saja. Tentu saja tak lepas dengan konsumsi obat dan makanan yang bergizi.

Selama periode di atas berlangsung, aku melihat dengan jelas bagaimana manusia itu sebenarnya. Bagaimana keluargaku sebenarnya. Bagaimana aku terlalu berharap kepada yang namanya manusia. Bagaimana aku merasa hancur karena keluarga sendiri. Bagaimana aku merasa hancur atas perhatian palsu yang diberikan orang-orang kepadaku. Bagaimana aku merasa jijik dengan semua orang yang selama ini kukira sangat berharga bagiku. Akhirnya aku belajar bagaimana tidak menangis di depan mereka, tak pernah mengharapkan seorang pun untuk tinggal di sampingku, hanya ada aku dan diriku.

Semua sakit hati, kekecewaan, air mata, senyuman membentuk aku seperti aku sekarang ini. Tak tahu lagi yang mana diriku sebenarnya. Tak tahu lagi yang mana sebenarnya musuh dan sahabat. Bahkan aku tak tahu lagi apakah manusia memang makhluk sosial. Apalah gunanya bersosialisasi tapi isinya hanyalah kepalsuan yang bahkan melihatnya pun membuatku ingin muntah? Apalah gunanya aku belajar jika segala sesuatunya hanyalah sebuah kefanaan? Tak bisakah aku mendapatkan yang aku inginkan tanpa aku terluka? No pain no gain, then should I dying to reach what I want?
Read more...

Senin, 26 Desember 2011

anugerah?

| | 0 komentar

Kata orang itu adalah sebuah anugerah. Kau tahu, aku bisa melihat dengan jelas apakah orang itu seorang yang benar baik atau hanya seorang aktor/aktris. Akan kujelaskan dengan sederhana. 

Aku melihat wajahnya. Wajah orang jahat dan orang baik itu berbeda, mungkin dari raut mukanya, garis-garis yang ada di wajahnya, dan bibirnya. Ya, mereka berbeda. Hanya itu yang bisa kujelaskan. Ah, hal lainnya bisa kau lihat dari caranya berbicara, nada, intonasi, dan susunan katanya. Kalau dari cara berbicara, orang jahat memiliki suatu ambisi di balik kata-katanya. Perilakunya pun lebih agresif dari siapapun, tapi dengan tenang dan pasti sehingga tidak seorang pun menyadarinya. Tentu saja hal itu tidak berpengaruh terhadapku. 

Ya, kata mereka itu adalah anugerah. Anugerah yang mungkin membuat orang lain yang baru mengenalku mengatakan, “Dasar sok tahu!”
Read more...

Keliaran

| | 0 komentar

Aku pikir setiap manusia memiliki keliaran dalam dirinya masing-masing. Keliaran yang mungkin sangat jarang untuk dimunculkan sebab ditutupi oleh keterkendalian diri. Keliaran yang bahkan hanya sedikit orang yang tahu atau bahkan tak satu orang pun yang tahu. Namun aku mendapatkan sifat keliaran itu sendiri terdiri dari dua jenis, yaitu keliaran seorang liar dan keliaran seorang terkungkung.

Siapakah yang lebih besar? Keliaran orang terkungkung. 

Contohnya saja anjing. Tanpa mengurangi rasa hormat akan derajat manusia, aku mengambil contoh ini. Ketika seekor anjing untuk pertama kalinya dilepas setelah sekian minggu diikat, bahkan hanya untuk beberapa jam saja, maka dia akan berlari kesana-kemari seperti anjing gila? ah, aku tak tahu anjing gila itu seperti apa tepatnya. pokoknya dia akan berlari kesana-kemari, tak peduli apapun didepannya dan seperti apa tanah yang akan dia pijak. Bahkan samar-samar kau dapat melihat senyum dari anjing itu. Lain halnya dengan keliaran orang yang memang pada dasarnya memiliki perilaku yang liar. Mungkin karena keterbiasaan mata melihat, hal itu menjadi sangat sederhana. 

Ternyata faktor keterbiasaan juga berperan terhadap memandang suatu masalah. Ah, begitu banyak aspek yang harus terlibat dalam suatu kejadian dan aku tidak ingin lelah memikirkannya.
Read more...

Selasa, 06 Desember 2011

A thing that makes me happy

| | 0 komentar


Lion air 30/09/2011. 8:35pm. Flying to Manado

 Aku ingin bernyanyi seperti dulu lagi...
 Bernyanyi dengan suara lantang dan merdu. 
Bernyanyi membuatku gembira. 
Seakan segala masalah yang bertumpuk di kepalaku, hilang satu per satu bersama dengan nyanyianku. Sekarang menyesuaikan nada pun aku tak bisa. 

Mencoba bermain piano, tapi entah mengapa tiap aku duduk di depan piano, kantuk pun melanda. Aku sangat ingin untuk menyanyi lagi.,,

Apa yang membuatku berhenti untuk menyanyi? 
Ah, mungkin karena aku tidak suka dipandang rendah oleh seniorku, “Itu bukan kertas lagu! Itu partitur!” Kalimat yang membuatku tidak menyukainya dan merasa tidak nyaman di tempat itu. Seperti kata seorang pujangga, “apalah arti sebuah nama?”   
Hal lainnya mungkin dikarenakan semua orang bisa menyanyi bahkan dengan suara dan tekhnik yang lebih baik dariku. Sekarang ini orang yang bisa bermain musik lebih dibutuhkan daripada orang yang hanya bisa bernyanyi. Tapi, bernyanyi membuatku senang!

Tak bisakah aku melakukan apa yang aku senangi? 
Tak bisakah orang menerima aku yang hanya bisa bernyanyi? 
Tak bisakah nyanyianku menyenangkanmu tanpa aku harus memainkan sebuah alat musik untuk mengiringinya? 

Apalah arti kupertanyakan semua ini pada saat ini. 

Suaraku, nyanyianku sudah menjadi kenangan.
Read more...

Kamis, 18 Agustus 2011

That’s My Love

| | 0 komentar

"Aku ingin membantunya."

Itu muncul dikepalaku. Dia memiliki sesuatu yang kelam sepertinya. Aku ingin tahu segalanya tentang dia. Apa yang dia suka, apa yang dia tidak suka, kenapa dia begini, kenapa dia begitu, apa yang membuatnya bosan, dan sebagainya. Aku tidak tahan melihatnya muram. Ingin kutanyakan, “Kau kenapa?” tapi sayangnya tak pernah terwujud. Yang bisa aku lakukan adalah berpura-pura untuk tidak memperdulikan masalahnya dan mencoba untuk menghiburnya dengan menjadi orang yang konyol. Tak apa menjadi orang yang konyol, yang penting kau bisa sedikit terhibur. Senyum itu pun terkembang walau dengan keterpaksaan. That’s my love.
Read more...

Ramalan Masa Depan

| | 0 komentar

“Kau selalu ingin kembali ke mantanmu. Pada saat kau bekerja nanti, kau akan bertemu dengan seorang yang baru, yang lebih dewasa dan lebih bijaksana (intinya lebih baik) daripada yang sekarang ini. Kau akan menikah umur 24 atau 25.”

Itulah yang dikatakan tukang ramal, tepatnya kartu tarot soal percintaanku. Satu hal yang harus diketahui, aku tidak punya pacar dan kukatakan hal itu padanya. Lalu ia berkata, " kau sedang mencintai seseorang, tidak begitu dalam."

“Kau mencintai banyak laki-laki,” lanjutnya.

Tentu saja aku ‘mencintai’ banyak laki-laki. Ayahku, kedua saudaraku, teman-temanku, dan beberapa orang sahabatku.

Kembali ke paragraf pertama. Sejak awal aku menyukainya karena dirinya, bukan wajahnya. Apakah benar aku tidak akan bersamanya pada akhirnya nanti? Lalu haruskah aku melupakan? Haruskah menjauhi? Terakhir kali aku berusaha menjauhi, malah dialah yang semakin mendekat. Membuatku pusing dan ingin berteriak karena kesal.

“Kau termasuk friend list-nya,” tambahnya lagi.

Inilah perkataan yang membuatku membelalakkan mata, hatiku membeku seketika itu juga, dan jantungku seperti terhenti selama tiga detik. Kuabaikan apa yang terjadi pada diriku dan membuat senyuman.

Tiga hari telah berlalu dan semuanya masih berkelebatan di otakku, seperti iklan berjalan di televisi, yang terus bergerak, lalu kembali ke berita yang semula, terus dan terus seperti itu.

Tanda keimanan yang menurun ini sangat jelas terlihat. Kuyakinkan diri untuk mengabaikannya karena aku bukanlah manusia biasa. Aku adalah anak-Nya. Aku adalah pelayan-Nya. Untuk menjadi itu semua, imanku harus kuat karena sekali lagi, aku bukanlah siapa-siapa jika bukan karena-Nya. Saat ini, aku sedang berusaha untuk membawa semuanya sebagai sebuah ‘kesenangan di kala bosan’. Terus mengingatkan diriku bahwa Dialah yang merancang semuanya, masa lalu, sekarang, dan masa depanku. Jantungku ada padaNya. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Peramal boleh meramal, tapi penentunya adalah kita dan dengan izin-Nya segalanya akan menjadi Amin.
Read more...

Jumat, 29 Juli 2011

Class Chief

| | 0 komentar

July, 27th, I dreamed about my first love in junior high school last night.
He was my class chief.
I don’t know why I dreamed about him.
It feels weird after I woke up.
But, one thing I can deny, I want to see him right now.
I wonder, where is he now?
How does he look? Is he tall?
Is he fat?
Or is he more and more handsome from the last time I see him?
Ummm… when was the last time I see him? I think it was 6 years ago.
Read more...

Labels

dongeng (9) farmasi (2) kampus (3) kegiatan (6) perkenalan (19) reflection (26) terjemahan (1) time capsule (18)
fenny_git2ndgig. Diberdayakan oleh Blogger.
Name :
Web URL :
Message :
:) :( :D :p :(( :)) :x

Stalker

Followers